parenting

15 Tips Mengatur Keuangan Pasangan Muda Yang Baru Menikah

Cara pandang kita pada mengatur keuangan selagi masih sendiri

Bagi anda yang sedang membaca artikel ini dan baru saja menikah. Sebelumnya saya ucapkan Congratulation atas pernikahannya semoga langgeng sampai maut yang memisahkan. Aminn~

mengatur-keuangan-keluarga

Tips mengatur keuangan keluarga :

1.Beli barang yang bermanfaat buat diri sendiri atau untuk keluarga, bukan untuk orang lain

Di jaman sekarang ini dekat sekali dengan yang namanya social media seperti contohnya facebook dan instagram, tidak bisa dipungkiri banyak sekali orang yang membeli barang bukan karena kebutuhan tapi karena keinginan semata.

hubungan-media-sosial-dengan-keuangan-keluarga

Bedanya kebutuhan dengan keinginan adalah :

Kebutuhan – Mempunyai nilai value dan bermanfaat terhadap situasi yang sedang relevan.

Keinginan – Belum tentu dibutuhkan, terkadang hanya tergiur oleh iklan ataupun sekedar lapar mata.

Untuk pasangan muda yang baru menikah alangkah baiknya membeli barang kebutuhan terlebih dahulu sebelum membeli barang yang hanya berdasarkan keinginan. Diperlukan kedewasaan dalam mengatur keuangan setelah menikah dikarenakan pengeluaran setelah menikah tentunya akan berbeda dibanding selama pacaran.

Note : Jangan membeli barang hanya agar bisa di pamer di social media anda, karena hal seperti itu hanya akan memberikan kesenangan sesaat saja.

2.Waktu adalah teman terbaik untuk investasi

Semakin lama berinvestasi akan semakin besar hasil akhir yang bakalan kita dapat.

Contoh :

Tahun pertama investasi senilai 1.000.000 dengan bunga 5% maka hasil yang didapat 1.050.000

Tahun kedua ivestasi senilai 1.050.000 dengan bunga 5% maka hasil yang didapat 1.102500

Dengan ilustrasi di atas semakin lama kita berinvestasi maka hasil yang kita dapatkan akan semakin kelihatan. Semakin awal kita memulai berinvestasi akan semakin memiliki nilai di saat yang akan datang, dimana kita bakal memiliki lebih dari sekedar tabungan dan dana untuk pensiun. Baik bagi anda untuk memulai investasi jauh sebelum anda memikirkan akan menikah dan mempunyai anak.

Lebih baik bekerja keras di saat masih muda dan kuat, sehingga kita bisa menikmati hasilnya di saat kita sudah tua.

3.Uang keluar harus lebih sedikit dibanding uang masuk

Sangat simple bukan dalam mengolah keuangan rumah tangga, bisa dibagi menjadi 2 yaitu

1.Menekan pengeluaran dengan hidup berhemat

2.Menambah pemasukan

Dari 2 point yang kita dapat di atas akan lebih baik untuk menambah sumber pemasukan dari penghasilan kita daripada memilih hidup berhemat. Karena dengan sumber penghasilan yang lebih dari satu akan membuat keuangan rumah tangga lebih stabil dan sekaligus menjadi backup apabila terjadi sesuatu dengan sumber penghasilan lainnya yang mungkin sedang tidak lancar.

Bukan berarti dengan menambah sumber pemasukan kita jadi hidup berfoya-foya juga ya. Sisihkan terlebih dahulu untuk keperluan dapur, tabungan dan ivestasi.

4.Jangan berhutang dan jangan mau di utangin Jangan berhutang demi barang atau asset yang tidak bertumbuh!!

Contohnya disini adalah jangan berhutang demi membeli smartphone, kendaraan bermotor ataupun barang-barang yang valuenya bakalan berkurang setelah digunakan.

Belilah barang atau keperluan sesuai dengan isi dompet. Bijaksanalah dalam memenuhi kebutuhan maupun keinginan anda. Apabila anda ingin membeli barang dengan cara berhutang, berarti secara tidak langsung menandakan anda belum mampu dalam membeli barang tersebut sehingga memerlukan berhutang.

Kenapa jangan mau di utangin? Karena perihal uang sangat sensitive jadi perlu kesadaran lebih. Banyak hubungan pertemanan ataupun keluarga rusak dikarenakan masalah uang. Jadi sebaiknya menghindari saja di awal agar kita tidak masuk ke dalam masalah seperti itu.

5.Menggunakan uang cash dalam melakukan pembayaran

pentingnya-uang-cash-dalam-mengatur-keuangan

Dikarenakan ada penelitian bahwa rasa “sakit” yang ditimbulkan saat kita membeli sesuatu dengan uang cash akan lebih terasa dibanding menggunakan Debit atau Kartu Kredit. Karena dengan membayar menggunakan uang cash efek yang kita dapatkan langsung dan nyata saat itu juga.

Hal ini bisa anda coba terapkan semisal belanja bulanan atau saat membeli popok dan susu anak. Jadi akan lebih membantu terhadap kita agar lebih melek dalam mengatur keuangan berumah tangga.

6.Fokus pada penghasilan

Banyak dari kita mungkin masi mengharap pada gaji bulanan agar dapur masi bisa mengepul. Jangan sebatas menambah penghasilan dengan hanya berharap pada kenaikan gaji saja. Meningkatkan penghasilan bisa di dapat dari usaha kecil-kecilan, investasi, jualan online atau jadi youtuber.

Coba berfokus pada keahlian apa yang anda miliki, mungkin saja dari keahlian anda bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan. Bisa saja awalnya dari hobi saja, tapi apabila hobi tersebut dapat menghasilkan tentu saja akan lebih bermanfaat bukan. Selain menyenangkan dalam menjalani terlebih dapat value tambahan juga.

Baca ini : Berapa penghasilan blogger?

7.Pelajari instrument investasi dengan tujuan finansial

Instrument investasi diciptakan dengan tujuan dan kelebihannya masing-masing. Jadi sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi terhadap apapun sebaiknya mempelajarinya terlebih dahulu agar mengerti maksud dan tujuannya.

Contoh : Apabila anda ingin investasi semisal untuk pendidikan anak, bisa mengambil investasi jangka panjang dengan waktu yang telah disesuaikan. Tentunya dengan rate bunga yang stabil dan diperkirakan akan naik dan berkembang nilainya dalam jangka waktu yang lama. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda.

8.Banyak penghasilan bukan berarti banyak pengeluaran Semisal penghasilan anda mengalami peningkatan bukan berarti harus berbanding lurus dengan pengeluaran anda bukan. Terkadang sebagian orang terlena dengan hal seperti ini, mereka berpikir bahwa dengan bertambahnya penghasilan akan menaikkan taraf hidup mereka dan dapat bersenang-senang lebih tanpa memikirkan kebutuhan yang lain.

Akan lebih baik dengan meningkatnya penghasilan maka bertambah pula investasi, tabungan ataupun asset yang kita miliki.

Jangan meningkatkan gaya hidup sesuai dengan penghasilan karena anda tidak akan menikmati hasilnya.

9.Memiliki budget

Setelah menikah hal budgeting seperti ini perlu dibicarakan dengan pasangan. Baiknya dalam mengatur keuangan rumah tangga memiliki pos-pos apa saja yang diperlukan. Semisal : kebutuhan dapur, kebutuhan listrik dan air, travelling.

Apabila kita memiliki budget maka akan lebih gampang untuk kita mengetahui berapa yang kita butuhkan dan berapa yang telah kita habiskan.

Pentingnya untuk mengetahui kemana saja aliran uang kita agar kita tidak boros dan tidak salah dalam mengelola keuangan rumah tangga. Hal ini juga penting untuk mengetahui agar jumlah uang yang kita keluarkan tidak lebih banyak daripada uang yang bisa dihasilkan.

Baca juga : Ternyata ini cara untuk menyembuhkan kanker

10.Keluarkan uang untuk membeli pengalaman bukan untuk membeli barang

travel-bersama-keluarga

Dengan membeli pengalaman kebahagiaan yang didapat lebih banyak daripada membeli barang. Jauh lebih membahagiakan apabila kita pergi traveling bersama pasangan atau keluarga daripada uang nya dipakai hanya untuk membeli sebuah barang. Karena value yang didapat dari pengalaman akan lebih berkesan dan membekas.

11.Beli barang yang sesuai dengan nilai pemakaiannya

Maksudnya gimana ya?

Jadi gini misalnya anda membeli pulpen, ada pulpen A dengan harga Rp. 1000 dan pulpen B dengan harga Rp. 2000.

Pulpen A hanya bisa dipake 10x ( jadi tiap 1x pakai setara dengan Rp. 100 ) sedangkan pulpen B bisa dipakai sampai dengan 50x ( 1x pakai setara dengan Rp. 40 )

Dari contoh di atas kira-kira mana barang yang akan anda pilih? Tentu saja pulpen B bukan, memang kita membeli lebih mahal di awal tapi dengan harga segitu dengan value yang kita dapat tentunya akan lebih jauh menguntungkan bagi kita untuk memilih pulpen B.

Bukan berarti kita perlu membeli barang yang lebih mahal ya, terkadang barang yang lebih murah akan menjadi mahal apabila memberikan value yang lebih banyak dibanding dengan harganya.

12.Usahakan pergi belanja sendirian Terdengar sedikit aneh ya, tapi hal seperti ini cukup membantu dalam anda yang sedang ingin berhemat. Karena dengan pergi belanja sendiri kita akan lebih focus terhadap rencana kita dalam mau berbelanja tanpa perlu mendapat  pengalihan dari orang lain.

Apabila anda penasaran bisa dicoba sekali-sekali nih apakah terbukti dapat membantu menghemat pembelanjaan.

13.Donasi atau bersedekah terhadap orang yang membutuhkan

Berdonasi ataupun bersedekah memang terdengar sangat klise atau ambigu, tetapi tidak sedikit yang percaya bahwa dengan berdonasi atau bersedekah dapat membantu membuka pintu rejeki lain yang belum terbuka. Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan utama kita berdonasi ya, dengan membantu orang lain akan memberikan kita banyak kebahagiaan yang tentunya akan berdampak positif juga bagi perkembangan diri kita.

Berbagi dan bersedekahlah di saat anda telah siap dan ikhlas.

14.Hubungan dengan uang adalah hubungan kebiasaan Diperlukan focus dan komitmen dalam mengatasi kebiasaan seperti ini. Bila sedari kecil anda sudah boros dalam menggunakan uang akan sulit untuk mengubahnya. Sulit bukan berarti tidak bisa ya, diperlukan effort lebih dalam mengubah kebiasaan tersebut. Apalagi setelah anda berumah tangga kebiasaan seperti ini tentunya kurang baik bagi kesehatan keuangan keluarga.

Jadikan kebiasaan terhadap penggunaan uang menjadi lebih sehat, dan ini akan lebih gampang dilakukan apabila pasangan turut mundukung.

15.Temukan pasangan yang memiliki perilaku sehat terhadap uang

Dalam membangun keluarga dibutuhkan kerjasama dari suami dan istri. Usahakan pandangan terhadap mengatur keuangan bisa sejalan dan sehat. Sangat rawan sekali masalah keuangan didalam keluarga muda, karena banyak kebiasaan-kebiasaan yang bakalan berubah setelah berkeluarga.

Dalam menjalani penyesuaian terhadap hal tersebut tentu akan melegakan apabila kita memiliki pasangan yang saling mendukung dan positif.

Biasakan mengkomunikasikan dan saling terbuka dalam hal sekecil apapun dengan pasangan. Karena komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang baik pula.

Tidak selamanya keluarga ribut dikarenakan kekurangan, berlebihan materi bisa juga menyebabkan pertengkaran atau keributan di dalam rumah tangga. Semuanya balik lagi kepada komunikasi dan komitmen kita dari awal dalam membentuk rumah tangga dengan pasangan.

Baca juga :Anak anda belum bisa ke toilet sendiri? Baca disini cara mengajarkannya

Sekiranya artikel ini bermanfaat tolong dibantu share ke teman-teman ya, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker