parenting

Cacar Air – Definisi, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Artikel ini mengandung konten berupa :

  • Definisi
  • Penyebab
  • Gejala-gejala
  • Cara mengatasi
  • Pantangan makanan
  • Tindak pencegahan
  • Jenis-jenis cacar
  • Penanganan buat anak
  • Mitos-mitos terkait cacar

Definisi penyakit cacar air

PapiiLio – Pernahkah anda mendengar atau mengetahui yang namanya virus varicella-zoster? Saya rasa tidak banyak orang yang mengetahui tentang virus satu ini, ternyata varicella-zoster adalah virus yang menyebabkan cacar air dan cacar ular. Orang yang terinfeksi oleh virus ini akan mengalami ruam kemerahan pada kulit dan berisi cairan yang sangat gatal serta bisa berdampak pada bagian di seluruh tubuh.

penyakit-cacar-air

Penyakit cacar air merupakan jenis penyakit yg sangat menular

Umumnya setiap orang akan mengalami cacar air hanya sekali dalam seumur hidupnya, jarang sekali orang dapat terinfeksi virus ini sebanyak 2x. Jadi bagi anda yang telah mengalami dapat lebih tenang apabila ada teman anda yang sedang sakit cacar.

Penyebab cacar air

Penyebab utamanya oleh virus varicella-zoster dan dapat ditularkan melalui :

  • Penyebaran melalui ludah
  • Penyebaran melalui cairan yang dihasilkan oleh ruam pada kulit
  • Penyebaran melalui udara di saat penderita sedang batuk atau bersin
  • Bagi anda yang belum pernah menerima vaksin atau imunisasi cacar air sebaiknya lebih waspada karena akan lebih gampang untuk terkena. Dan juga tingkat resiko paling rentan dalam penyebaran cacar air adalah pada saat dimana sebelum ruam kulit muncul ataupun ketika bercak nya mulai melepuh dan berisi air.

Gejala penyakit cacar air

Gejala umum yang gampang terdeteksi pada masa awal-awal terinfeksi adalah :

  • Tubuh terasa lemas
  • Mengalami pusing
  • Terkadang bisa sampai demam
  • Terasa nyeri pada tenggorokan
  • Terdapat ruam merah pada kulit baik itu di bagian punggung atau perut

gejala-cacar-air

Apabila anda sampai merasakan gejala di bawah ini sebaiknya anda segera menghubungi dokter atau pergi ke rumah sakit

  • Susah bernafas
  • Batuk parah
  • Ruam pada kulit membengkak, terasa panas dan sakit
  • Ruam mengeluarkan cairan berwarna putih
  • Ruam menyebar hingga ke bagian area mata
  • Demam tinggi 39 derajat yang berlangsung selama beberapa hari
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala yang tak kunjung reda
  • Mengalami kesulitan di saat berjalan
  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang

Fyi : Apabila anda menderita cacar di saat umur dewasa akan mengalami komplikasi yang lebih parah dibandingakan pada saat usia anda anak-anak.

Berikut ini beberapa kondisi yang membuat anda menjadi lebih rentan untuk terinfeksi virus cacar, antara lain adalah :

  1. Anda belum pernah terkan cacar air sebelumnya
  2. Belum pernah vaksin cacar
  3. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah
  4. Berusia di bawah 10-15 tahun
  5. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang belum pernah vaksin cacar air
  6. Anda berada di dekat orang yang sedang cacar

Baca juga : Pentingnya breakfast bagi kesehatan tubuh

Cara mengatasi cacar air

Cacar air sendiri bukan merupakan penyakit yang memerlukan obat dikarenakan akan sembuh sendiri seiring dengan waktu berjalan, biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 7-14 hari. Berikut beberapa cara untuk membantu anda meringankan gejala yang dialami selama mengalami penyakit ini :

  • Jangan menggaruk ruam pada kulit
  • Menggunakan pakaian dengan bahan yang tidak gatal di kulit
  • Mengkonsumsi banyak air putih
  • Mengkonsumsi makanan dengan tekstur lembut
  • Memperbanyak makan sayuran hijau
  • Mengurangi makan ikan atau makanan laut
  • Mengoleskan lotion calamine untuk mengurangi rasa gatal yang disebabkan

Apabila anda sedang terkena cacar air sebaiknya tahu apa saja kira-kira yang menjadi pantangan selama masa penyembuhan :

1.Junk food

Makanan rendah nutrisi yang tidak membantu dalam proses penyembuhan, selain itu bisa membuat perut menjadi tidak nyaman dan mual.

2.Produk olahan susu

Antara lain seperti yogurt, mentega, es krim, keju karena dapat menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak dan lembab sehingga bisa menimbulkan komplikasi lain pada kulit.

3.Gorengan

Bahaya makan gorengan dikarenakan mengandung minyak berlebih yang tentunya kurang baik pada kesehatan kulit anda, terlebih di saat sedang terinfeksi cacar air.

4.Makanan pedas

Bisa menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit dan tidak sedikit menjadi peradangan, selain itu makanan pedas dapat memperlambat pengeringan pada bekas cacar dan memicu terjadinya iritasi pada kulit.

5.Makanan yang terlalu asin

Dapat membuat bekas pada bagian luka disaat proses penyembuhan, sebaiknya dihindari bagi anda yang tidak mau kulitnya mengalami bercak-bercak diakibatkan bekas luka.

6.Buah aneka jeruk

Dikarenakan asam yang dimiliki sangat tinggi sehingga akan menyebabkan iritasi dan membuat kulit menjadi semakin gatal, perbanyak konsumsi buah-buahan yang tingkat keasamannya rendah dan memiliki banyak serat.

Baca juga : Buah yang baik dikonsumsi bagi ibu hamil

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya anda konsumsi selama masa penyembuhan :

1.Buah-buahan

Buah-buahan yang mengandung kadar vitamin C yang cukup tinggi terbukti ampuh bagi tubuh untuk melawan virus cacar. Selain itu carilah buah-buahan yang mengandung efek anti-histamin yang berguna untuk mengurangi gejala alergi, contoh buah-buahan yang baik untuk dikonsumsi :

  • Apel
  • Kiwi
  • Pepaya
  • Stroberi
  • Manga
  • Alpukat
  • Semangka
  • Nanas
  • Pear

2.Sayur-sayuran

Selain dari buah anda juga bisa mendapatkan vitamin C dan anti-histamin dari sayur-sayuran seperti :

  • Bayam
  • Bawah putih
  • Seledri air
  • Paprika
  • Brokoli
  • Kubis
  • Wortel
  • Jahe
  • Kacang mente

3.Minuman

Selain harus minum air putih yang banyak untuk menghindari dehidrasi bisa juga mengkonsumsi beberapa minuman yang memiliki efek baik bagi tubuh antara lain :

  • Teh chamomile
  • Teh kemangi
  • Teh kayu manis
  • Air kelapa muda

Baca juga : Manfaat minum air lemon dicampur madu

Bagaimana tindak pencegahan yang baik agar tidak terinfeksi cacar air?

Cara yang terbukti paling efektif untuk saat ini adalah melalui vaksinasi cacar air. Baiknya vaksin ini didapatkan pada usia anak-anak 12 sampai dengan 15 bulan dan diulangi lagi pada saat usia anak 2 hingga 4 tahun.

Bagi ibu yang telah menderita cacar air ternyata dapat menurunkan imunitas tubuh kepada anak yang dilahirkan melalui plasenta dan ASI. Sedangkan bagi anda yang telah terinfeksi cacar air tidak perlu melakukan vaksin lagi dikarenakan setelah sembuh tubuh kita akan membentuk imun yang akan melindungi sehingga sangat kecil kemungkinan akan terkena virus ini lagi sepanjang hidup.

Tapi perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang boleh vaksin cacar, terdapat kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan anda belum boleh vaksin cacar, antara lain adalah :

  1. Anda mempunyai alergi terhadap gelatin atau antibiotik neomycin
  2. Anda merupakan orang yang memiliki sistem imun rendah dikarenakan penyakit
  3. Anda sedang hamil

Sebaiknya bagi anda yang memiliki kriteria di atas menunda terlebih dahulu sebelum melakukan vaksin cacar, atau alangkah lebih baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum anda memutuskan untuk melakukan vaksin.

Jenis-jenis penyakit cacar

Untuk jenis cacar akan terbagi menjadi 3, di bawah ini merupakan jenis-jenis cacar yang perlu diketahui :

1.Cacar air

Cacar air atau istilah beken nya ChickenPox, merupakan varian jenis cacar yang paling sering ditemui. Jenis cacar satu ini selain paling umum ternyata merupakan jenis yang paling ringan dan mudah untuk disembuhkan di banding 2 jenis cacar yang lainnya.

Disebabkan oleh virus varicella-zoster, pada saat bayi tentunya akan vaksin cacar tapi ternyata vaksin ini tidak akan melindungi secara 100% karena masih ada kemungkinan akan terkena. Lantas apa gunanya vaksin cacar di saat usia masih bayi? Gunanya vaksin adalah pada saat terinfeksi virus, tubuh akan lebih siap dalam mengatasinya sehingga tidak akan menjadi sangat parah.

Cacar air merupakan varian yang tingkat penyebarannya paling tinggi, jadi bagi anda yang memiliki teman atau keluarga sedang sakit cacar sebaiknya tidak dekat-dekat terlebih dahulu karena besar kemungkinan akan menularkan.

2.Cacar api atau cacar monyet

Disebabkan oleh virus monkey pox, varian ini umumnya banyak terdapat di daerah bagian Afrika. Tanda-tanda yang dimiliki mirip dengan cacar air, apabila cacar air memiliki bintil yang berisi air sedangkan pada cacar api memiliki bintil yang berisi nanah pada kulit.

Varian cacar ini jarang terjadi pada manusia, biasanya lebih sering menjangkit pada binatang.

3.Cacar ular

Virus yang menyebabkan cacar ular adalah varicella-zoster, virus yang sama dengan cacar air. Jadi bagi anda yang sebelumnya terkena cacar air dan telah sembuh masi dapat memiliki kemungkinan dapat mengalami cacar yang satu.

Kog bisa begitu? Karena setelah sembuh dari cacar air, ternyata masi terdapat kemungkinan ada virus yang tertinggal di dalam tubuh. Uniknya virus yang tertinggal ini tidak lagi aktif di dalam tubuh kita dalam jangka waktu yang lama dan tidak menutup kemungkinan dapat menjadi aktif kembali di saat tubuh kita mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga : Akar bajakah, tanaman yang terbukti dapat menyembuhkan kanker

Apa yang harus dilakukan apabila penyakit cacar menyerang pada anak-anak?

anak-sakit-cacar-air

  1. Apabila anak mengalami demam bisa menggunakan paracetamol untuk membantu menurunkan demam
  2. Usahakan anak memiliki waktu istirahat yang cukup
  3. Perbanyak konsumsi air putih untuk menghindari terjadinya dehidrasi
  4. Untuk membantu mengurangi gatal sebaiknya mandikan si kecil dengan air hangat setiap 4-6 jam sekali, disarankan menggunakan air mengalir untuk menjaga agar tubuh tetap higienis.
  5. Setelah selesai mandi bisa menggunakan lotion calamine atau bedak salisil
  6. Apabila masi terasa gatal bisa dikompres dengan menggunakan air dingin
  7. Bintil yang disebabkan oleh cacar air cenderung akan terasa gatal, tetapi usahakan anak untuk tidak menggaruk untuk menghindari bintil pecah dan meninggalkan bekas luka.
  8. Usahakan agar anak tidak keluar rumah terlebih dahulu sebelum cacar sembuh total, untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus cacar pada lingkungan sekitar.
  9. Usahakan menghindari kontak langsung dengan sinar matahari
  10. Apabila bintil atau ruam sampai ke daerah mulut sebaiknya menghindari makanan yang bertekstur keras
  11. Apabila bintil atau ruam sampai ke daerah mata sebaiknya segera pergi ke dokter.

Mitos-mitos menarik seputar penyakit cacar

1.Cacar air tidak bahaya

Memang benar cacar air merupakan penyakit yang tidak bersifat kronis atau membahayakan, tapi jangan juga anda menyepelekan penyakit satu ini karena tidak sedikit juga komplikasi yang perlu anda perhatikan secara lebih teliti di saat tubuh sedang terinfeksi antara lain :

  • Trombositopenia atau kondisi dimana jumlah trombosit didalam darah mengalami penurunan secara signifikan
  • Gangguan pernafasan
  • Pneumonia atau sering disebut radang paru-paru
  • Miokarditis atau peradangan pada lapisan tengah jantung
  • Berkurangnya koordinasi otot
  • Berkembangnya gejala yang dapat menimbulkan herpes-zoster

Memang kemungkinan untuk dapat mengalami komplikasi di atas terbilang kecil, tapi alangkah baiknya agar tetap menangani cacar secara baik dan benar.

2.Tidak akan terkena cacar lagi apabila telah sembuh

Ini merupakan mitos paling umum yang sering terdengar, memang benar setelah sembuh tubuh akan membentuk antibody yang bakal melawan atau melindungi tubuh tehadap virus yang sama. Tapi tentunya tubuh orang berbeda-beda bukan, tidak semua tubuh memiliki cara kerja dan mekanisme yang sama sehingga masi ada kemungkinan akan terkena lebih dari sekali. Dibawah ini beberapa kondisi yang perlu anda ketahui yang sekiranya memungkinkan kita bakalan terkena cacar lebih dari sekali

  • Sistem kekebalan tubuh rendah
  • Kondisi cacar air dalam tahapan yang sangat ringan
  • Usia menderita cacar air di bawah 6 bulan
  • Melakukan suntik untuk meringankan gejala dan mempercepat proses penyembuhan

Kemungkinan terkena cacar 2x bisa diakibatkan oleh herpes-zoster, seperti yang telah diketahui di atas herpes-zoster diakibatkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air dimana tertinggal di dalam tubuh kita dan tertidur dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, dan memiliki kemungkinan dapat menjangkit kembali yang tergantung pada sistem kekebalan tubuh kita.

3.Menggaruk bakalan menyebabkan bekas yang tidak bisa hilang

Sebenarnya tidak akan meninggalkan bekas saat menggaruk, TAPI asalkan anda tidak menggaruk di tempat yang sama secara berulang-ulang. Memang saat mengalami cacar air bakalan mengalami gatal dan tentunya ingin kita garuk tetapi sebaiknya menghindari untuk menggaruk di tempat yang sama dengan intensitas sering karena bisa saja akan meninggalkan bakteri pada kulit kita yang akhirnya dapat meninggalkan bekas luka.

Apabila sudah tidak bisa mengatasi rasa gatal bisa dengan cara mengompres dengan air dingin atau oleskan lotion calamine ataupun bedak salisin.

4.Lebih baik mengalami cacar air di saat masi anak-anak

Dikarenakan komplikasi yang disebabkan cacar air lebih ringan pada anak-anak dibanding orang dewasa, tak sedikit orang tua yang ingin anaknya segera terkena cacar air di saat masi kecil. Tapi ternyata semua tergantung lagi dari sistem kekebalan tubuh anak. Komplikasi yang disebabkan oleh virus memiliki hasil yang berbeda-beda. Jadi sebaiknya tidak terkena cacar air sama sekali bukan.

5.Makan kecap akan meninggalkan bekas luka menghitam pada kulit dan tidak bisa hilang

Bekas luka pada kulit ternyata tidak ada kaitannya dengan kecap yang kita konsumsi, memang benar kecap umumnya berwarna hitam. Tapi jangan dikambing hitamkan terhadap bekas luka pada kulit, karena bekas luka pada kulit disebabkan oleh infeksi sekunder pada bintil atau ruam yang disebabkan oleh garukan pada saat gatal.

6.Tidak boleh mandi di saat kena cacar air

Sebenarnya tidak ada larangan mandi bagi anda yang sedang menderita cacar air, malahan sebaiknya tetap mandi untuk menjaga kebersihan tubuh dan lebih higienis untuk mencegah infeksi lain yang sekiranya bisa masuk ke dalam tubuh. Karena pada saat tubuh menderita cacar, kekebalan tubuh kita akan mengalami penurunan yang akan memudahkan bakteri lain masuk ke dalam tubuh apabila kita tidak menjaga kebersihan.

liputan-seputar-penyakit-cacar-air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker