parenting

Panduan Lengkap Tentang ASI

Seluk beluk mengenai ASI

asi-dan-ibu-menyusui

PapiiLio – ASI atau sering kita sebut air susu ibu adalah susu yang diproduksi oleh ibu setelah proses melahirkan karena pengaruh hormon oksitosin dan prolactin, biasanya dikonsumsi oleh bayi sampai dengan usia 2 tahun karena mengandung sumber gizi utama yang diperlukan dalam kehidupan.

Air susu yang pertama kali keluar kita sebut sebagai kolostrum biasanya berwarna kuning dan kental. Biasanya dihasilkan oleh tubuh ibu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum sendiri menjadi penting karena mengandung banyak sekali gizi  dan zat-zat baik yang berguna sebagai pertahanan tubuh.

Kandungan apa saja yang terdapat pada kolostrum?

  • Antibody
  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak
  • Selain itu kolostrum juga diketahui mengandung suatu zat bernama meconium yang berguna untuk mempermudah bayi untuk BAB pertama kalinya.

Biasanya kolostrum hanya di produksi kurang lebih selama 48 jam setelah proses melahirkan terjadi. Setelah itu air susu ibu akan berwarna lebih putih dan encer. Oleh karena itu penting sekali bagi ibu untuk memberikan ASI yang mengandung kolostrum karena memiliki banyak manfaat antara lain :

  • Meningkatkan daya ingat
  • Meningkatkan pertumbuhan rambut
  • Meningkatkan kekuatan dan jumlah otot
  • Mengurangi lemak pada tubuh
  • Membuat tubuh menjadi lebih bugar
  • Menghilangkan kerutan
  • Memiliki kemampuan pulih lebih cepat di saat cedera
  • Meningkatkan system imun pada tubuh

Apa yang harus dilakukan ibu apabila ASI nya tidak keluar? Bisa digantikan dengan susu formula khusus newborn ataupun asi orang lain. Jangan memberikan susu sapi karena belum cocok bagi bayi yang usia nya belum sampai setahun.

Berikut cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu :

1. Frekuensi menyusui – Ibu yang sering menyusui bayi nya cenderung akan memiliki asi yang lebih banyak dikarenakan hormon prolactin akan merangsang kelenjar susu untuk mengeluarkan susu dan mendorongnya menuju saluran pada putting dan areola.

Produksi asi yang telah keluar akan digantikan lagi dengan yang baru, oleh karena itu semakin banyak hormon prolactin yang dilepaskan maka semakin banyak pula produksi ASI. Apabila produksi ASI anda terbilang sedikit, diharapkan jangan berhenti menyusui karena apabila anda konsisten maka akan menunjukkan hasil.

2. Makanan – berikut beberapa contoh makanan yang dipercaya dan terbukti bisa menambah produksi ASI :

  • Daun katuk
  • Daging, ayam dan ikan
  • Oatmeal
  • Buah pepaya
  • Sayur bayam dan wortel
  • Susu kedelai
  • Beras merah
  • Roti gandum
  • Kacang-kacangan
  • Telur
  • Air

Dan ini yang tidak baik anda konsumsi selama dalam masa memberikan ASI :

  • Minuman beralkohol
  • Kafein
  • Makanan pedas
  • Kerang
  • Brokoli
  • Coklat
  • Buah asam
  • Ikan yang mengandung merkuri tinggi
  • Bawang putih

3. Faktor psikologis – Hormon oksitosin tidak akan bekerja secara maksimal apabila ibu dalam kondisi psikologis yang kurang baik seperti stress. Apabila air susu belum keluar diharap tetap tenang dan berpikiran positif, penting sekali bagi ibu agar tetap rileks yang bertujuan melancarkan kembali hormon oksitosin.

4. Istirahat cukup – Bagi ibu yang tidak memiliki istirahat cukup tentu saja akan mengalami kelelahan dan gampang stress, sehingga akan menurunkan produktivitas ASI. Di saat masa nifas dan awal-awal pemberian ASI ekslusif memang menjadi tantangan yang besar bagi ibu untuk memiliki istirahat yang cukup. Setelah bisa mengatur waktu dan mengetahui jadwal menyusu yang lebih teratur, alangkah baiknya ibu kembali pada jam tidur yang disarankan pada orang dewasa yaitu sekitar 8 jam sehari.

5. Memijat payudara – Pemijatan yang benar pada payudara bisa membuat produksi ASI menjadi lebih banyak, terus gimana cara memijatnya?

  • Posisikan dua jari yaitu jari telunjuk dan jari tengah pada bagian pangkal payudara
  • Lakukan gerakan melingkar selama 30 detik pada bagian luar payudara menuju ke bagian dalam
  • Jangan melakukan gerakan sebaliknya, dari area putting menuju pangkal payudara

6. Memompa ASI – Pompa ASI merupakan teman baik bagi ibu yang menyusui, alat ini sangat berguna untuk merangsang payudara dalam memproduksi ASI. Bagi anda yang menyusui secara langsung bisa mengakali dengan memompa di saat bayi tidak sedang menyusu. Produksi ASI meningkat pada jam 2-5 pagi, bagi anda yang ingin menambah stok ASI sangat disarankan dapat memompa pada jam tersebut.

7. Mengkonsumi suplemen penambah ASI – Banyak sekali kita jumpai orang yang menjual suplemen yang berguna untuk menambah jumlah ASI, tapi sebelumnya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter yang kompeten. Karena tidak semua suplemen yang dijual dapat menambah ASI dan belum tentu cocok bagi tubuh kita.

suplemen-asi

Baca juga : Suka duka ibu menyusui

Hal-hal seperti apa saja yang bisa menurunkan produksi ASI  :

  • Kurang minum air putih
  • Melewatkan jadwal menyusui atau pumping
  • Minum obat yang mempengaruhi produksi ASI
  • Stress berlebih
  • Terlalu sering berolahrga berat
  • Menggunakan KB hormonal
  • Memberikan si kecil susu formula
  • Saat si kecil sudah berkurang jadwal menyusu nya
  • Ibu tidak makan dengan asupan gizi dan nutrisi yang tidak seimbang
  • Saat sedang menstruasi
  • Saat sedang hamil lagi
  • Saat si kecil sudah mulai MPASI
  • Saat si kecil lebih senang menggunakan dot dibanding menghisap langsung

Hal apa saja yang membuat ASI lebih baik dibanding susu formula?

asi-dan-susu-formula

1.ASI memiliki nutrisi  yang lengkap

Sampai dengan usia 6 bulan, cukup dengan memberikan ASI maka kebutuhan nutrisi si kecil sudah sangat lengkap. Pada ASI terdapat karbohidrat, protein, air, lemak, mineral, asam amino, enzim, sel darah putih dan vitamin-vitamin.

2.Melindungi si kecil dari kuman

Dikarenakan ASI mengandung protein, maka dapat melindungi bayi dari infeksi kuman dan juga mempercepat proses penyembuhan pada bayi.

3.Lebih higienis

Dibanding susu formula yang diproduksi dan diolah di dalam pabrik tentu saja menjadi kekurangan karena gampang terkontaminasi baik saat proses produksi atau proses distribusi. Berbeda dengan ASI yang diberikan secara langsung oleh ibu tentu saja akan menjadi lebih higienis dan alami.

4.Bonding menjadi lebih kuat

Skin-to-skin membuat bonding antara ibu dan anak menjadi lebih kuat dibanding anak yang diberikan susu melalui dot. Dipercaya menyusu secara langsung dapat meningkatkan sensitifitas antara ibu dan bayi, yang kelak akan berguna bagi pertumbuhan karakter anak ketika beranjak dewasa.

5.Mengurangi resiko kanker

Hormon estrogen pada wanita dapat menjadi salah satu pemicu kanker, bagi ibu menyusui maka hormon estrogen yang dimiliki akan menjadi lebih rendah dikarenakan berkurang nya siklus menstruasi. Oleh karena itu dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara dan kanker Rahim.

6.Bayi tumbuh lebih sehat dan cerdas

Perkembangan otak pada anak sangat pesat terjadi hingga usia 5 tahun, pemberian ASI ekslusif minimal sampai usia anak menginjak 6 bulan dipercaya sangat membantu bagi tumbuh kembang anak dikarenakan mengandung asam lemak yang bermanfaat bagi perkembangan otak. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada bayi yang baru lahir.

7.Mencegah malnutrisi dan diare

Seperti yang kita ketahui kandungan nutrisi pada ASI sangat lengkap sehingga akan menghindarkan dari yang namanya malnutrisi, selain itu ASI berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga dapat membantu mencegah penyakit-penyakit seperti diare ataupun penyakit lainnya yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan sekitar.

8.Menjadi cara sebagai kontrasepsi alami

Selama asi eksklusif 6 bulan membantu menekan hormon yang mengatur produksi hormon yang mengatur ovulasi sehingga masa menstruasi menjadi tidak teratur yang akan menyebabkan ibu tidak akan hamil kembali dalam jangka waktu dekat.

9.Membantu menghemat keuangan

Dengan frekuensi menyusui bayi newborn sekitar 2-3jam sekali tentu saja akan memerlukan banyak susu formula, dimana susu formula memiliki harga yang terbilang cukup mahal. Maka dengan memberikan ASI tentu saja akan membantu sekali dalam menghemat.

Banyak sekali ternyata manfaat yang bisa didapatkan dari ASI ya, jadi apa yang membuat anda masi ragu untuk memberikan ASI ekslusif bagi buah hati kesayangan? Bagi anda yang sudah memutuskan memberikan ASI maka sebelumnya saya ucapkan selamat karena anda telah menjadi ibu yang selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak anda.

Baca juga : Pentingnya bersendawa pada bayi

Oleh karena itu akan saya berikan cara menyimpan asi beku yang baik dan benar agar tetap aman di konsumsi si kecil.

Tips dan Trik menyimpan ASI agar aman :

1. Sediakan tempat khusus bagi wadah penyimpanan ASI beku seperti botol yang yang berbahan beling ataupun plastic khusus yang kedap udara. Sebaiknya mencari wadah yang tidak dapat pecah di dalam freezer ketika dibekukan.

2. Setelah memutuskan menggunakan wadah penyimpanan apa yang bakal digunakan, menjaga kebersihan merupakan langkah selanjutnya agar ASI tetap steril, higienis dan tidak terkontaminasi.

botol-menyimpan-asi

Apabila menggunakan botol beling bisa dengan cara merebusnya sebelum digunakan, untuk bahan plastic kedap udara usahakan mencari  yang memiliki label BPA-free yang tentu saja aman bila terkena panas.

3. Cara menyimpan asi :

  • Dalam kurun waktu kurang lebih sejam ASI yang dipompa dapat segera didinginkan
  • Bagilah ASI dalam wadah yang telah disediakan sesuai dengan kebutuhan minum si kecil, karena ASI yang tidak habis sebaiknya tidak disimpan kembali
  • Sebaiknya tidak mencampur ASI yang baru dengan yang telah didinginkan sebelumnya
  • Jangan mengisi wadah penyimpanan terlalu penuh karena dapat memuai di saat proses pendinginan
  • Terakhir, berikan label atau tanda sehingga akan memudahkan proses pencarian

4. Pentingnya menentukan suhu yang tepat dalam proses penyimpanan asi

  • Pada suhu ruangan normal sekitar 27°C ASI dapat bertahan kurang lebih selama 6-8 jam, bila berada di bawah suhu tersebut akan lebih baik apabila ASI disimpan di dalam kulkas maupun freezer.
  • Sedangkan suhu kulkas yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 4°C agar ASI dapat bertahan maksimal sampai 5 hari.
  • Untuk suhu freezer kulkas 2 pintu sebaiknya berada pada -15°C agar dapat bertahan maksimal selama 2 minggu, fyi bagian belakang freezer merupakan tempat yang paling dingin.
  • Dan bagi anda yang menggunakan freezer tunggal atau khusus bisa menyimpan ASI sampai dengan usia 6 bulan.

Cara menggunakan ASI yang telah melalui proses penyimpanan :

  • Bagi yang menyimpan di dalam freezer sebaiknya disimpan terlebih dahulu ke dalam kulkas selama kurang lebih 1-2 jam.
  • Setelah itu apabila ingin digunakan sebaiknya menggunakan air yang mengalir apabila masih ada bagian ASI yang masi membeku. Apabila semua bagian ASI telah mencair berarti telah bisa dihangatkan sebelum diberikan pada si kecil.
  • Bagi yang menyimpan di dalam kulkas, setelah ASI dikeluarkan dapat menggunakan air hangat untuk merendam atau warmer botol. Suhu air yang direkomendasikan kurang lebih sekitar 40°C
  • Setelah selesai membaca di atas berarti anda telah mengetahui cara yang baik dan benar dalam proses penyimpanan ASI, hal lainnya yang perlu diketahui ibu menyusui adalah kesalahan yang sering dilakukan dalam proses menyimpan ASI. Silahkan dibaca agar anda tidak membuat kesalahan yang sama

Baca juga : Peran ayah dalam keberhasilan memberikan ASI ekslusif

Kesalahan yang sering terjadi saat menyimpan ASI :

1.Menggunakan wadah yang tidak kering

Dalam menyimpan ASI sebaiknya perhatikan terlebih dahulu wadah yang ingin dipakai, jangan sampai hal ini terjadi karena bisa saja menyebabkan bakteri sehingga ASI anda akan terkontaminasi dan menjadi tidak steril.

2.Menggunakan wadah yang bocor atau tidak layak pakai

Menggunakan wadah yang berkualitas sangat disarankan bagi anda yang telah memutuskan untuk menyimpan ASI dalam kurun waktu tertentu, jangan sampai saat ingin digunakan malah wadah yang dipakai bocor. Sebaiknya ASI yang ditempatkan pada wadah yang telah bocor tidak diberikan kepada bayi karena steril dan higienisnya patut dipertanyakan.

3.Menyimpan ASI dalam kurun waktu yang lama

menyimpan-asi-di-kulkas

ASI yang disimpan dalam waktu yang lama hingga berbulan-bulan bakal mengalami penurunan terhadap kualitasnya. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan suhu di dalam kulkas ataupun saat terjadi gangguan listrik yang tidak diinginkan. Jangan sampai perjuangan ibu dalam memompa dan menambah stok ASI di dalam kulkas menjadi sia-sia, sebaiknya rutin melakukan pengecekan secara berkala apabila stok ASI telah banyak di dalam kulkas. Bisa juga dengan cara membuat List.

Fyi : Saat anda membekukan ASI, maka stem cell dan sel darah putih yang terkandung di dalam ASI akan mati. Yang tersisa hanya karbohidrat, protein dan lemak. Jadi pastikan apabila ibu sedang berada di rumah dan tidak sibuk tetap memberikan ASI segar yang langsung diberikan dari payudara.

4.Menyimpan ASI dengan kumpulan makanan lain

menyimpan-asi-di-kulkas

Tidak semua orang memiliki budget untuk memiliki kulkas yang khusus sebagai tempat penyimpanan ASI, tapi perlu diketahui bahwa tetap saja ada kemungkinan terkontaminasi bakteri yang tak kasat mata walaupun ASI telah disimpan dalam wadah yang baik. Sehingga ASI yang disimpan bakal sedikit diragukan tingkat steril dan higienis nya.

5.Menyimpan ASI menggunakan ice cube atau cetakan es

Bagi anda yang ingin praktis pasti pernah terpikir cara seperti ini bukan, ternyata salah besar dan tidak dianjurkan karena ice cube tidak memiliki kemampuan untuk menghindarkan ASI dari paparan bakteri. Jadi sebaiknya anda urungkan niatan anda untuk menyimpan ASI dalam ice cube.

6.Dilarang keras membekukan ASI yang telah dicairkan

Selain karena telah mengalami penurunan kualitas, ASI yang telah diminumkan pada bayi dan bersisa bisa terpapar hal-hal yang tidak diinginkan yang berada di lingkungan sekitar. Jadi wajib hukumnya apabila ASI bersisa sebaiknya dibuang saja dan jangan disimpan kembali ataupun di bekukan.

7.Memanaskan menggunakan Microwave

Akan lebih baik bagi anda untuk memanaskan menggunakan warmer khusus botol dibanding menggunakan microwave karena suhu yang dipergunakan memang khusus.

Baca juga : Cara mengatasi anak yang mogok minum susu

Tahapan terakhir yang perlu diketahui bagi ibu yang menyusui tentunya perlengkapan-perlengkapan yang perlu disiapkan, barang-barang inilah yang akan menemani keseharian anda.

Perlengkapan ibu menyusui :

1.Pompa

Ini dia jagoan utama ibu menyusui, paling setia menemani disamping handphone. Carilah pompa yang sesuai dengan kebutuhan dan budget di kantong. Banyak jenis dan merk yang beredar di pasaran yang bisa menjadi pertimbangan bagi ibu sebelum memilih pompa yang diperlukan.

pompa-asi

botol-pompa-asi

Usahakan mencari pompa yang kinerjanya baik agar hasil pompa yang didapat juga menjadi maksimal, karena apabila hasil pompa tidak sesuai harapan bisa membuat ibu menjadi tidak semangat pumping yang ujung-ujungnya juga bakalan mempengaruhi produksi ASI itu sendiri.

Tapi memang tidak semua ibu memutuskan menggunakan pompa, karena ada saja ibu yang memerah dengan cara manual menggunakan tangan.

2.Cooler bag dan ice gel

Bagi anda ibu yang masih bekerja atau memiliki aktivitas lain di luar rumah tentu wajib memiliki tas yang satu ini. Terlebih tempat kerja anda tidak menyediakan tempat penyimpanan seperti kulkas.

cooler-bag-asi

cooler-bag-asi

Gunanya untuk menyimpan ASI setelah di pompa agar bertahan lebih lama di banding menyimpan ASI di suhu ruangan. Bisa juga sebagai tempat membawa pompa ataupun benda lainnya yang diperlukan. Carilah ukuran dan bentuk yang dibutuhkan tanpa menyampingkan nilai estetika karena modelnya sekarang bermacam-macam sehingga bisa menunjang penampilan.

ice-gel-menyimpan-asi

Tak lengkap membawa cooler bag tanpa benda satu ini yaitu ice gel, berguna agar suhu didalam cooler bag dapat menjadi lebih dingin. Anggap aja anda sedang membawa kulkas mini kemana-mana.

3.Wadah untuk menyimpan ASI

Sangat dianjurkan menggunakan wadah yang memang dikhususkan untuk penyimpanan ASI.

Bisa berupa botol atau wadah plastic kedap udara, tapi bagi anda yang bekerja akan lebih gampang menggunakan plastic karena tidak memakan tempat dan tentunya lebih ringan dibanding botol yang berbahan beling. Tapi semua kembali lagi kepada ibu, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan membuat nyaman.

botol-penyimpanan-asi

plastik-penyimpanan-asi

4.Breast pad

breastpad-asi

Benda ini disisipkan di dalam bra gunanya agar ASI tidak merembes pada waktu yang tidak tepat, percayalah benda ini sangat berguna dan sebaiknya anda menyetok nya dalam jumlah yang banyak apalagi sedang saat diskon.

5.Bra khusus menyusui

Bra ini akan lebih membuat nyaman bagi ibu karena tidak perlu membuka semua bagian untuk dapat menyusui, dikhususkan untuk mempermudah ibu dalam proses menyusui ataupun memompa karena memiliki system buka tutup yang lebih praktis.

6.Kain menyusui

Lagi asik-asik jalan di mall tapi tiba-tiba anak ingin menyusui, tentu saja ibu bakal menjadi kelabakan terlebih mall nya tidak mempunyai nursing room bukan. Bawa selalu kain seperti ini gunanya untuk menutupi pada saat proses menyusui, tapi tidak semua ibu pd untuk menyusui anaknya di tempat umum. Semua balik lagi kepada kebutuhan dan kenyamanan sang ibu.

panduan-lengkap-asi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker