parenting

Tips Menjaga Anak yang Sudah Mulai Merangkak

Usia berapa anak mulai belajar merangkak?

Biasanya anak akan mulai merangkak dalam kisaran usia 6-10 bulan, seluruh ini balik lagi pada anak masing-masing. Jangan membandingkan memakai anak yang lain ya.

bayi-belajar-merangkak

Melihat tumbuh kembang anak setiap harinya benar-benar sesuatu yang membahagiakan bagi orang tua. Ada saja tingkah laku baru yang dipelajari anak tiap harinya, keliru satunya tentu saja fase belajar merangkak. Setelah anak mampu merangkak kita menjadi orang tua bakal lebih cape dalam menjaga anak dikarenakan mereka tidak akan betah berdiam diri dalam ketika lama

Berikut beberapa tips menjaga anak yang sudah mulai belajar merangkak :

1.Selalu menjaga kebersihan kamar dan tempat yang biasa dipakai bermain

Setelah bisa merangkak anak kita akan mulai mengeksplor ke seluruh tempat yang bisa dia jangkau. Menjaga kebersihan merupakan langkah pertama yang perlu diperhatikan oleh orang tua agar anak tidak gampang terkena penyakit. Biasakan selalu membersihkan terlebih dahulu tempat yang biasa dipakai bermain oleh anak kita.

2.Menggunakan karpet atau matras untuk menghindari permukaan lantai yang keras

Pada saat baru bisa merangkak tentu saja terkadang bisa terpeleset ataupun terjungkal, bagi anda yang yang tidak ingin anaknya mengalami lebam-lembam dan benjol bisa menyiasati dengan pengguaan playmat berbahan empuk. Gunanya untuk meredam benturan yang sekiranya dapat terjadi sewaktu-waktu, dan tentunya anda akan merasa lebih tenang dalam menjaga si kecil.

3.Memastikan keamanan tempat tidur

Sekiranya si kecil tidur bareng dengan anda di ranjang utama, tentunya memiliki perasaan was-was apabila si kecil merangkak ke pinggiran ranjang lalu terjatuh dari ketinggian. Sangat berbahaya sekali bagi anak yang terjatuh dari ranjang dan mendarat dengan kepala terlebih dahulu. Usahakan selalu mengawasi dan jangan ditinggal sekali-sekali walaupun cuman sebentar karena anak masi belum tau yang namanya bahaya.

Baca juga : Pentingnya merangkak bagi tumbuh kembang anak

4.Membatasi area-area yang bisa dijangkau

Si kecil yang bisa merangkak tidak punya arah tujuan yang jelas, merangkak kemanapun yang dia inginkan. Peran orang tua untuk membatasi daerah-daerah yang sekiranya tidak aman untuk si kecil. Contohnya seperti toilet, dapur, daerah dekat tangga, teras dan tempat-tempat lainnya yang kurang aman.

5.Babyproofing rumah

Jadikan lingkungan sekitar rumah menjadi tempat yang aman bagi bayi dengan cara tidak membiarkan stop kontak berhamburan di lantai, memberikan pengamanan sudut-sudut meja atau furniture yang sekiranya lancip dan tajam, mengunci lemari yang dapat dijangkau si kecil. Hal-hal seperti ini yang perlu diperhatikan untuk memberikan si kecil tempat merangkak yang aman dan nyaman.

6.Selalu mengawasi dan jangan ditinggal sendirian

Sekiranya  area rumah sudah dibersihkan secara menyeluruh, sudah dipasangin matras empuk, sudah dipastikan keamanan dan kenyamanannya, tinggal langkah terakhir yang perlu dan wajib dilakukan oleh orang tua adalah tetap mengawasi dan jangan di tinggal sendirian. Anak yang masih kecil belum tau yang namanya bahaya dan masi belum aware dengan keadaan sekitarnya. Jadi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan sebaiknya selalu menjaga anak di dalam pengawasan kita.

Baca juga : Posisi duduk “W” bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker